Dapat ditentukan dengan pasti bahwa Kisah Para Rasul ditulis oleh Lukas, penulis Injil ketiga. Hal itu dikuatkan oleh 4 macam alasan: 1. Kisah Para Rasul dan Injil Lukas, keduanya ditujukan kepada Teofilus. Dan pada permulaan Kisah Para Rasul, penulis mengingatkan Teofilus akan tulisannya yang pertama, yaitu Injil Lukas. 2. Bertekun dalam Doa Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47, orang percaya mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dalam persekutuan dan dalam doa (ayat 41,43). Mereka hidup dalam persatuan dan kasih (ayat 42), di mana mereka memecahkan roti bersama-sama, segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, mereka saling menolong dalam kekurangan Kisah Para Rasul 2. 2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:47 sambil memuji Allah, dan mereka disukai oleh banyak orang. Dan, setiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka, yaitu orang-orang yang diselamatkan. Peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam bab ini menimbulkan beberapa kesulitan: 1) Kis 15:5-7 mengulang Kis 15:1-2 seolah-olah pengarang melapor dua sebab berbeda-beda yang mengakibatkan pertikaian itu dengan tidak mempertalikan kedua sebab itu satu sama lain; 2) dalam Kis 15:6 orang berkesan bahwa diadakan sebuah sidang lepas dari pimpinan jemaat, sedangkan dalam Kis 15:12,22 perdebatan Kisah Para Rasul 2:46-47. 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. d Mereka memecahkan roti e di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. f Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah g Kisah Para Rasul 2:41-47 Adi Putra STT Pelita Dunia addiepoetra7@gmail.com 4 Herman N. Ridderbos, Tafsiran Injil Yohanes: Sebuah Tafsiran Teologis (Surabaya: Momentum, 2012), ElRGO.

tafsiran kisah para rasul 2 41 47